Tujuan Tes Kemampuan Akademik

  • Memperoleh informasi capaian akademik Murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik.
  • Menjamin pemenuhan akses Murid Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal terhadap penyetaraan hasil belajar
  • Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas
  • Memberikan informasi kepada Murid tentang kekuatan dan kelemahan dalam bidang akademik

Menurut sumber di link resmi
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.

Penyematan Tanda Pengenal

SMKN 2 Kota Jambi Lepas Siswa PKL

Jambi, 14 Juli 2025 – SMK Negeri 2 Kota Jambi menggelar acara pelepasan siswa untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Senin, 14 Juli 2025. Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Kepala Program Keahlian, guru pembimbing, serta seluruh siswa yang akan menjalani PKL.

Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Dr. Woro Handayani, M.Pd., secara resmi melepas para siswa dengan memberikan motivasi dan pesan penting tentang etos kerja selama masa PKL. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa PKL merupakan kesempatan emas bagi siswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah sekaligus mengasah keterampilan di dunia kerja nyata.

“PKL adalah bagian integral dari kurikulum SMK. Kami berharap siswa dapat menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme selama berada di dunia industri. Jadilah duta sekolah yang baik dan manfaatkan kesempatan ini untuk menimba pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Kepala Sekolah.

Sebanyak lebih kurang 800 siswa dari berbagai program keahlian, seperti Teknik Komputer dan Jaringan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Akuntansi, Pemasaran, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Animasi, Broadcasting dan Perfilman, Desain Komunikasi Visual serta Usaha Layanan Pariwisata, akan melaksanakan PKL di berbagai perusahaan dan instansi mitra sekolah di Kota Jambi dan sekitarnya. Masa PKL ini akan berlangsung selama lebih kurang 6 bulan, mulai pertengahan 15 Juli hingga 15 Desember 2025.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Ii Susilawati, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan berbagai mitra industri untuk memastikan siswa mendapatkan tempat PKL yang sesuai dengan kompetensi keahlian mereka. “Kami telah mempersiapkan siswa dengan pembekalan soft skill dan teknis sebelum mereka terjun ke lapangan,” tambahnya.

Salah satu perwakilan siswa yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan rasa antusiasmenya. “Saya bersyukur bisa PKL di perusahaan ternama. Ini adalah langkah awal saya untuk mengenal dunia kerja sebelum lulus nanti,” ujarnya.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama agar siswa diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalani PKL. Diharapkan, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus.

Tim IT SMKN 2

Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup SMKN 2 Kota Jambi Gelar Gotong Royong Bersihkan Taman Sekolah dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kota Jambi, 25 Februari 2. SMKN 2 Kota Jambi kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan melaksanakan kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh anggota ekstrakurikuler Lingkungan Hidup. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan menyambut bulan suci Ramadan, dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Acara dimulai seusai pulang sekolah dengan seluruh anggota ekstrakurikuler Lingkungan Hidup berkumpul di area taman sekolah. Mereka secara bersama-sama membersihkan sampah, merapikan tanaman, serta menyapu area sekitar taman yang selama ini menjadi tempat istirahat dan belajar bagi para siswa. Tidak hanya itu, mereka juga menanam beberapa jenis tanaman bunga dan pohon penghijauan untuk menambah keindahan dan keteduhan taman sekolah.

Salah satu anggota ekstrakurikuler Lingkungan Hidup, Dama, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari upaya untuk mengedukasi siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama menjelang Ramadan yang penuh berkah sekaligus dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. “Kegiatan ini bukan hanya membersihkan taman, tetapi juga sebagai simbol kesiapan kita dalam menyambut bulan yang penuh ampunan dan berkah, dengan menjaga kebersihan dan keindahan sekitar,” ujar Dama.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah dan para siswa. Kepala SMKN 2 Kota Jambi, Ibu Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap agar kebersihan lingkungan terus dijaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun. “Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa lainnya dalam menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan sekitar,” ujar Ibu Woro.

Dengan kegiatan gotong royong ini, diharapkan SMKN 2 Kota Jambi semakin menjadi lingkungan yang tidak hanya ramah belajar, tetapi juga peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam, menyongsong bulan suci Ramadan dengan penuh makna.

SMKN 2 Kota Jambi Adakan Kegiatan Yasinan dan Munggahan Menyambut Bulan Suci Ramadan

Kota Jambi, 21 Februari 2025 – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, SMKN 2 Kota Jambi menggelar kegiatan keagamaan berupa yasinan dan munggahan yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Acara ini diadakan pada hari Jumat, 21 Februari 2025, sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan menyambut bulan penuh berkah.

Kegiatan dimulai dengan yasinan yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Syarifuddin K., S.Pd.I., M.Pd. serta seluruh peserta yang hadir, termasuk siswa dan tenaga pendidik, secara khusyuk membaca Surah Yasin bersama-sama. Tujuan dari yasinan ini adalah untuk memohon keberkahan, kesehatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan nanti.

Setelah yasinan, acara dilanjutkan dengan tradisi munggahan, yang merupakan acara adat menyambut bulan suci Ramadan. Munggahan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Drs. Zubir, M.Pd.I.,  yang mengharapkan agar bulan Ramadan menjadi bulan yang penuh ampunan dan rahmat bagi semua.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari siswa. Salah satu siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan rasa bahagianya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman dan guru setelah mengikuti yasinan dan munggahan. Ini juga membuat saya semakin siap menyambut Ramadan,”.

Selain yasinan dan punggahan, sekolah juga merencanakan kegiatan pengajian di bulan Ramadan, sebagai bagian dari upaya mengajak siswa untuk lebih peduli dan mendalami ajaran agama Islam. Dengan adanya kegiatan ini, SMKN 2 Kota Jambi berharap bisa menciptakan suasana yang lebih religius dan penuh kebersamaan, serta menginspirasi seluruh warga sekolah untuk lebih meningkatkan ibadah dan amal di bulan suci Ramadan yang segera tiba.

Pustakanda SMKN2 Kota Jambi – INLISlite

Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi dengan Aplikasi INLISLite KLIK DISINI

Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi adalah pusat informasi dan sumber belajar yang mendukung kegiatan akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi siswa dan guru. Dengan koleksi buku yang beragam, mulai dari buku pelajaran, referensi ilmiah, hingga bacaan umum, perpustakaan ini berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.

Untuk meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan akses informasi, Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi menggunakan aplikasi INLISLite. INLISLite adalah sistem otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Aplikasi ini memungkinkan pengelolaan data koleksi, anggota, sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku, hingga pencarian katalog secara digital.

Fitur Unggulan INLISLite di Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi:

  1. Katalog Online (OPAC): Siswa dan guru dapat mencari koleksi buku secara daring melalui katalog online yang mudah diakses.
  2. Manajemen Sirkulasi: Mempermudah proses peminjaman dan pengembalian buku dengan sistem yang terintegrasi.
  3. Keanggotaan Digital: Data anggota perpustakaan tersimpan secara aman dan mudah diakses.
  4. Laporan dan Statistik: Membantu pustakawan dalam membuat laporan inventaris, statistik peminjaman, dan data kunjungan.
  5. Integrasi Barcode: Mempercepat proses sirkulasi dengan pemindaian barcode pada buku dan kartu anggota.

Dengan penerapan INLISLite, Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi tidak hanya mempermudah pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan, tetapi juga mendorong budaya literasi digital di kalangan siswa dan guru. Perpustakaan ini terus berinovasi untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi.

Visi:
Menjadi pusat informasi dan ilmu pengetahuan yang modern dan terdepan dalam mendukung pembelajaran di SMKN 2 Kota Jambi.

Misi:

  • Memberikan layanan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses.
  • Mengembangkan koleksi perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan kurikulum.
  • Mendorong minat baca dan literasi digital di kalangan siswa dan guru.
  • Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan.

Dengan inovasi dan komitmen dalam memberikan layanan terbaik, Perpustakaan SMKN 2 Kota Jambi siap menjadi pusat literasi yang inspiratif dan edukatif bagi seluruh civitas akademika.

http://edata.my.id:8123/pustakanda/ atau akses dari menu Aplikasi – Pustaka

ANIMASI

Dalam dunia pendidikan vokasi (SMK/Politeknik) dan sertifikasi profesi di Indonesia, kompetensi keahlian Animasi dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata Industri Kreatif (DUDI).

Berikut adalah deskripsi peta kompetensi Animasi yang diselaraskan antara Kurikulum Merdeka/K13, LSP P1, LSP P3, DUDI, dan Kemnaker (Depnaker):

1. Standar Acuan Utama: SKKNI

Semua instansi (Kurikulum, LSP, DUDI, dan Kemnaker) bergerak menggunakan satu kompas yang sama, yaitu SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Animasi. Kompetensi ini dibagi menjadi beberapa klaster utama:

  • Pre-Production: Storyboarding, Character Design, Concept Art.
  • Production: Asset Modeling (3D), Rigging, 2D/3D Animation, Lighting & Texturing.
  • Post-Production: Compositing, Video Editing, Rendering.

2. Pemetaan Kompetensi Berdasarkan Stakeholder

A. Kurikulum Pendidikan (Kemendikbudristek)

Kurikulum berfokus pada fondasi dasar dan pembentukan mentalitas kerja (soft skills) serta teknis dasar secara menyeluruh (generalist).

  • Kompetensi Inti: Penguasaan prinsip dasar animasi (12 Prinsip Animasi), gambar manual (drawing), dasar-dasar perangkat lunak (Blender, Maya, Toon Boom, atau Adobe Creative Cloud), serta kemampuan bekerja dalam tim (pipeline produksi).

B. LSP P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1)

LSP P1 berada di lembaga pendidikan (SMK/Kampus). Tujuannya adalah menguji apakah siswa/mahasiswa kompeten terhadap materi yang diajarkan di sekolah.

  • Skema Sertifikasi: Biasanya berupa Klaster (Package), bukan okupasi penuh.
  • Contoh Kompetensi yang Diuji: Klaster Pembuatan Tokoh Animasi 2D/3D, Klaster Pembuatan Animasi Unsur Seni Digital, atau Klaster Junior Animator. Fokusnya adalah validasi bahwa lulusan siap magang atau berada di level entry-level.

C. LSP P3 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 3)

LSP P3 dibentuk oleh asosiasi profesi atau industri (misalnya AINAKI – Asosiasi Industri Animasi Indonesia) dan dilisensi oleh BNSP. Tujuannya menguji profesional umum/praktisi di industri.

  • Skema Sertifikasi: Berbasis Okupasi Jabatan Kerja yang diakui secara nasional dan regional.
  • Contoh Kompetensi yang Diuji: * 3D Animator Modeler
    • 2D Animator Key Framer
    • Storyboard Artist
    • Motion Graphic Artist
  • Pengujian di LSP P3 jauh lebih ketat, menuntut efisiensi waktu, manajemen aset, dan hasil akhir berstandar komersial.

D. DUDI (Dunia Usaha & Dunia Industri)

DUDI tidak lagi mencari generalist (bisa semua tapi setengah-setengah), melainkan specialist yang siap langsung masuk ke dalam pipeline produksi mereka.

  • Kebutuhan Kompetensi Riil:
    • Kecepatan dan Ketepatan (Speed & Deadline): Mampu menghasilkan sekian detik animasi matang per hari.
    • Technical Skills yang Spesifik: Mahir menggunakan software standar industri global (misal: Maya untuk 3D, Toon Boom Harmony untuk 2D).
    • Soft Skills: Kemampuan menerima kritik/revisi dari Director, komunikatif, dan tidak egois dalam berkarya (karena animasi adalah kerja tim besar).

E. Depnaker / Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan)

Kemnaker melihat kompetensi animasi dari kacamata regulasi pasar kerja, pelaporan, dan perlindungan ketenagakerjaan.

  • Kompetensi Keberterimaan: Menyelaraskan kode jabatan dalam KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) dan KBJI (Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia) untuk profesi animator.
  • K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Kompetensi wajib mengenai ergonomi kerja di depan komputer (mencegah carpal tunnel syndrome, menjaga kesehatan mata, manajemen stres visual).

Ringkasan Sinkronisasi Kompetensi (Matriks)

Aspek KompetensiKurikulum SekolahLSP P1 (Sekolah)LSP P3 (Industri)DUDI (Studio)Kemnaker
Fokus UtamaTeori dasar & Pengenalan ToolsValidasi Hasil Belajar SekolahValidasi Standar Profesi NasionalProduktivitas & Kualitas KomersialK3, Legalitas Profesi, Penyerapan Tenaga Kerja
Output KerjaPortofolio Tugas SekolahSertifikat Klaster KompetensiSertifikat Kompetensi Kerja (Okupasi)Produk Jadi (Film/Game/Iklan)Tenaga Kerja Terserap / Bersertifikat
Kedalaman TeknisGeneralist DasarGeneralist TerarahSpecialistHighly SpecialistSesuai Standar KBLI/KBJI

Kesimpulan Singkat:

Kurikulum menanamkan bibitnya, LSP P1 menguji kualitas bibit tersebut saat lulus, LSP P3 memberikan lisensi resmi bahwa bibit tersebut telah menjadi tenaga ahli, DUDI memakai keahliannya untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, dan Kemnaker memastikan bahwa seluruh ekosistem ini berjalan aman, legal, dan menyejahterakan pekerja kreatif.

Akuntansi Keuangan dan Lembaga

Kompetensi pada Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) kini dirancang untuk menyelaraskan antara Kurikulum Merdeka, skema sertifikasi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) P1 & P3, kebutuhan DUDI (Dunia Usaha & Dunia Industri), serta standar ketenagakerjaan dari Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

Berikut adalah deskripsi pemetaan kompetensi AKL yang komprehensif agar lulusan siap pakai dan tersertifikasi:

1. Kompetensi Inti Berdasarkan Kurikulum & SKKNI

Kompetensi ini merupakan fondasi utama yang dipelajari di sekolah dan diujikan pada sertifikasi profesi:

  • Akuntansi Keuangan Perusahaan (Jasa, Dagang, & Manufaktur):
    • Mampu menyusun jurnal, memposting ke buku besar, hingga menyusun Laporan Keuangan (Laporan Laba Rugi, Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas) secara manual maupun digital.
  • Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah:
    • Memahami struktur akuntansi satker (Satuan Kerja) dan daerah, pengelolaan keuangan desa/daerah, serta penyusunan laporan keuangan pemerintah.
  • Komputer Akuntansi (Spreadsheet & Software Akuntansi):
    • Menguasai pengolahan data keuangan menggunakan Spreadsheet (fungsi lookup, if, pivot table).
    • Mahir mengoperasikan software akuntansi yang umum digunakan di industri (seperti MYOB, Accurate, atau Zahir).
  • Perpajakan (Tax Pajak):
    • Menghitung dan menyusun laporan SPT Masa maupun Tahunan untuk PPh Pasal 21, 22, 23, 25, dan PPN, baik secara manual maupun melalui aplikasi e-Faktur/e-SPT.
  • Pengelolaan Kas, Piutang, Utang, dan Persediaan:
    • Mengelola administrasi kas kecil (metode imprest atau fluktuasi), rekonsiliasi bank, kartu piutang, utang, dan kartu persediaan barang dagang.

2. Sinkronisasi Serapan LSP P1 dan LSP P3

Sertifikasi profesi menjamin bahwa siswa tidak hanya “tahu” teori, tetapi “kompeten” secara dudi.

LSP P1 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu)

Berbasis di sekolah (SMK) untuk menguji siswa sendiri. Skema yang umum digunakan adalah Skema Klaster Kualifikasi Level II pada Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

  • Klaster yang Diujikan:
    1. Klaster Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK ETAP/Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (atau SAK EMKM).
    2. Klaster Pengoperasian Aplikasi Komputer Akuntansi.
    3. Klaster Pengelolaan Dokumen Transaksi dan Buku Jurnal.

LSP P3 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga)

Berbasis asosiasi profesi atau industri berskala nasional. Sertifikat ini memiliki bargaining power yang lebih tinggi di mata Depnaker dan industri besar.

  • Fokus Kompetensi: Pengujian lebih ditekankan pada kecepatan, ketepatan (accuracy), dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku secara riil di dunia kerja, termasuk kemampuan analisis dasar laporan keuangan dan penguasaan ERP (jika ada).

3. Kebutuhan Serapan DUDI (Dunia Usaha & Dunia Industri)

DUDI saat ini tidak hanya mencari lulusan yang jago menjurnal, melainkan yang adaptif terhadap digitalisasi:

  • Teknologi Akuntansi (Digital Skills): Industri saat ini bermigrasi ke sistem berbasis Cloud Accounting (seperti Accurate Online, Jurnal.id, atau sistem ERP internal). Kemampuan adaptasi teknologi ini sangat dicari.
  • Ketelitian Tinggi & Cross-Check Data: DUDI membutuhkan staf yang mampu melakukan rekonsiliasi data keuangan dengan cepat tanpa human error.
  • Soft Skills & Etika Profesi: Kemampuan komunikasi interpersonal (terutama untuk bagian Account Receivable/Payable yang berhubungan dengan vendor/klien), kerahasiaan data (integritas), dan ketahanan kerja di bawah tekanan deadline laporan bulanan.

4. Perspektif Depnaker (Kementerian Ketenagakerjaan)

Depnaker melihat kompetensi berdasarkan regulasi ketenagakerjaan dan penempatan kerja:

  • Kesesuaian SKKNI: Kompetensi lulusan harus mengacu pada SKKNI Sektor Teknisi Akuntansi (Misal: Keputusan Menaker No. 182 Tahun 2018 tentang Penetapan SKKNI Kategori Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis Golongan Pokok Aktivitas Akuntansi, Pembukuan dan Pemeriksa; Konsultasi Pajak Subgolongan Akuntansi, Pembukuan dan Pemeriksa; Konsultasi Pajak).
  • Okupasi Jabatan (Jabatan Kerja): Depnaker memetakan lulusan SMK AKL bersertifikat untuk mengisi posisi:
    • Junior Bookkeeper (Teknisi Akuntansi Junior)
    • Accounts Payable/Receivable Clerk
    • Payroll Clerk (Staf Penggajian)
    • Cashier (Kasir/Petugas Kas Kecil)
    • Data Entry Clerk Keuangan
  • Aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Depnaker juga mensyaratkan pekerja memiliki pemahaman K3 perkantoran (ergonomi komputer, keselamatan kerja digital, dan pengelolaan stres kerja).

Ringkasan Matriks Keterkaitan

AspekFokus Utama Kompetensi
Kurikulum MerdekaPenguasaan konsep, dasar akuntansi lembaga/pemerintah, spreadsheet, pembentukan karakter profil pelajar pancasila (integritas).
LSP P1 & P3Standardisasi uji kompetensi (pembukuan, jurnal, komputer akuntansi) untuk menerbitkan sertifikat Garuda BNSP yang diakui negara.
DUDIKecepatan kerja, penguasaan aplikasi akuntansi berbasis cloud, soft skills, ketelitian akurasi data.
DepnakerLegalitas kompetensi berdasarkan SKKNI, kesiapan menempati pos jabatan Teknisi Akuntansi Junior, pematuhan regulasi ketenagakerjaan/K3.